PUASA-PUASA SUNNAH YANG MUAKKAD

Puasa-puasa sunnah yang ditekankan (Muakkad) ada lima belas macam

PUASA SUNNAH

Dalam agama Islam, melaksanakan ibadah puasa disebut juga ( Shaum ) yang bersifat wajib dilakukan pada bulan Ramadhan selama satu bulan penuh dan ditutup dengan Hari Raya Idul Fitri, Dan ada juga puasa ( Muakad ) tak wajib dikerjakan namun sangat dianjurkan bisa dikerjakan di bulan bulan tertentu diluar bulan ramadhan. 

Ibadah puasa dilaksanakan dengan cara menahan diri dari segala macam hawa nafsu yang biasa dilakukan setiap hari seperti makan dan minum dan dari segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa kita.

Melaksanakan ibadah puasa dimulai dari terbit fajar ( sebelum adzan subuh ) hingga terbenam matahari ( adzan maghrib ) dengan niat sesuai dengan puasa yang kita laksanakan baik ( puasa wajib ) yang dilaksanakan di bulan ramadhan dan ( puasa sunnah ) yang dilaksanakan di luar bulan ramadhan atau dilaksanakan dibulan lain. 

Dengan menunaikan puasa juga bisa menanamkan sikap yang baik dan menahan hawa nafsu, itu diharapkan bisa berlanjut ke bulan-bulan berikutnya dan tidak hanya pada bulan puasa saja.


Puasa-puasa sunnah yang ditekankan (Muakkad) ada lima belas macam

  1. Puasa 'ARAFAH bagi orang yang tidak melaksanakan ibadah haji, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah.
  2. Puasa 'ASYURA yaitu tanggal 10 Muharram.
  3. Puasa TASU'A yaitu tanggal 9 Muharram.
  4. Puasa SITAH MIN SYAWAL yaitu 6 hari di bulan Syawal, waktu paling utama jika dilakukan pada hari-hari yang terhubung dengan hari raya Idul Fitrinya, yaitu tgl 2 sampai dengan tgl 7
  5. Puasa AYYAMIL BID yaitu tanggal 13, 14 dan 15 di setiap bulan Hijriyah, khusus bulan Dzulhijjah tanggal 13 diganti tanggal 16, karena 13 Dzulhijjah ialah hari Tasyriq yang haram berpuasa.
  6. Puasa hari SENIN dan puasa hari KAMIS.
  7. Puasa DELAPAN HARI di bulan Dzulhijjah sebelum hari 'Arafah.
  8. Puasa DELAPAN HARI di bulan Muharram sebelum hari Tasu'a
  9. Puasa di keempat bulan-bulan mulia, yaitu bulan Muharram, Rajab, Dzulqo'dah dan Dzulhijjah. Urutan bulan sesuai kemuliannya ialah Ramadhan-Muharram-Rajab- Dzulhijjah-Dzulqo'dah-Sya'ban, sisanya kemuliannya sama.
  10. Puasa AYAMILAILI SIWAD yaitu tanggal 28, 29 dan 30 di setiap bulan Hijriyah.
  11. Puasa SYA'BAN yaitu sepenuhnya di bulan Sya'ban.
  12. Puasa NABI DAUD yaitu sehari puasa sehari tidak, selang satu hari.
  13. Puasa YAUM WA FITRI YAUMEN, yaitu sehati puasa dua hari tidak, selang dua hari.
  14. Puasa jika di hari itu tidak menemukan makanan atau minuman (gak ada makanan).


Pustaka : Nihayatuz-Zein, Syekh Nawawi, hal. 195-197

Untuk nomor 15, saya kasih contoh : Apabila saudara dari semenjak waktu imsak malam sampai waktu pagi harinya belum makan apa-apa, kemudisn waktu siangnya tetap belum menemukan makanan, atau belum bisa membeli makanan atau orang yang ngirim martabak belum juga nongol.. tau tuh kenapa ya?..... Maka anda disunnahkan berpuasa di hari itu dan boleh niat puasanya mulai dari pagi di hari itu, batas niat puasa ini ialah sebelum tiba waktu dzuhur... You understand?

Semoga bermanfaat..Sekian dan Terimakasih