Kenapa Harus Insecure? Begini Cara Ngatasinya

Kenapa Harus Insecure?

Kenapa Harus Insecure? Begini Cara Ngatasinya
Kenapa Harus Insecure?

Jadi gini Jadi gini teman-teman, beberapa waktu terakhir ini caragokil sering banget dapat DM Instagram, Facebook dari email beberapa teman juga enge Japri lewat WA bahkan ada yang datang langsung ke admin untuk diskusi dan sharing tentang insecure.  

 

Mungkin sebagian teman-teman udah biasa enggak denger ini, mungkin sebagian lain ada yang belum biasa, tapi banyak banget teman teman yang nanya tentang biasanya lu ngapain sih kalau Sendang rasa insecure?.


Dan jawabannya beragam banget ada yang ngerasain insecure karena alasan fisik, karena alasan background pendidikan, karena alasan ekonomi strata sosial, karena alasan masa depan, bahkan ada yang rasa yang kecil karena jerawat di wajahnya. Dan ngerasa nggak pede berada di lingkungan sosial.

 

Teman-teman bayangin, hanya karena alasan fisik akhirnya mereka merasa tidak pede terhadap dirinya sendiri.

 

Usaha untuk mencoba melakukan riset kecil-kecilan lewat sosial media dan kita mencoba bertanya kepada teman-teman lingkungan sekitar kita. Sebetulnya anak muda itu kenapa merasa insecure dan bagaimana makna integritas itu.

 

Selain melakukan riset ke beberapa teman terdekat saya juga coba untuk melakukan riset lewat beberapa website dan ternyata teman-teman, ada 5 alasan kenapa anak muda biasanya merasa insecure.

 

5 alasan kenapa anak muda biasanya merasa insecure

  1. Pertama adalah alasan takut gagal atau penolakan dari lingkungan.
  2. Kedua adalah terlalu perfeksionis
  3. Ketiga kecemasan sosial atau berusaha untuk memenuhi standar sosial
  4. keempat adalah karena menjadi korban bullying
  5. Kelima adalah karena selalu membandingkan diri dengan orang lain

 

Akhirnya sampai pada satu pertanyaan, sebetulnya selama ini kita merasa insecure itu karena memang dari diri kita atau merasa insecure karena standar sosial yang dibuat oleh orang lain kita.

 

Nggak pede terhadap diri kita karena internal? atau karena eksternal yang berusaha untuk men-judge kita?

 

Teman-teman kalau kita ngomongin insecure kita tahu bahwa itu berasal dari bahasa Inggris, dan kalau kita ngelihat Oxford dictionary maka kita bisa nemuin sebetulnya itu berasal dari SECURE artinya aman dan in artinya tidak.

 

Jadi kalau kita gabungin sebetulnya itu adalah rasa tidak aman, atau kalau di Oxford dictionary disebut is not Confident about yourself or your relationship ada 2 kata kunci sebetulnya bisa kita Garis bawahi

 

Pertama adalah yourself yang kedua adalah Do people.

Ini tentang diri kita, penerimaan terhadap diri kita dan bagaimana orang-orang melihat kita.

 

Jadi dengan kata lain sebetulnya kita bisa bertanya sebenarnya Confident kita selama ini dibentuk oleh diri kita sendiri kita sendiri yang mendefinisikan pedenya kita?

Atau jangan-jangan selama ini orang lain yang mengisi PD kita itu?

 

Kita bisa ambil contoh misalnya standar cantik selama ini cantik versi kita itu adalah cantik dari kita Apa hubungan kita mendefinisikan cantik itu. Atau mungkin stanar kaya selama ini kita merasa cukup terhadap diri sendiri itu berdasarkan kebutuhan kita atau ketika orang-orang punya ekspektasi tertentu terhadap orang yang kaya atau sukses.

 

Atau mungkin standar pintar ketika misalnya orang bicara atau Nilai raport yang itu sebenarnya ditentukan oleh lingkungan atau atau sebenarmya kita sendiri yang merasa paham terhadap sesuatu, dan kita menganggap pemahaman kita cukup untuk kebutuhan kita dalam menjalani hidup.

 

Dan sebetulnya ini nggak bisa 22 Kita penuhi teman-teman, karena ketika kita memenuhi standar Confident kita dengan diri kita sendiri, maka yang lain... orang orang mau berkata apa lingkungan punya standarnya masing-masing hanya menjadi pembanding.

 

ketika kita tidak punya Standar Confident kita seperti apa? Otomatis kita bakal sering dengar apa kata orang, ketika orang bikin standar sosial yang terbentuk dari 1 umur tertentu maka kita akan ikut.

 

Dan menurut saya pribadi bakal capek banget enggak sih kalau kita terus-terusan ngikutin ekspektasi orang, bagaimana orang memandang sesuatu, Bagaimana Satu nilai didefinisikan oleh satu kelompok umur tertentu di satu periode tertentu.

 

Kayak tadi saya cantik kayak, keren, cool, pintar. otomatis di generasi akan berbeda nanti pintarnya dengan generasi ke generasi Z, maka beda nanti dengan titrasi Alfa dan kalau kita terus terus terus terus terus ngikutin semua ekspektasi itu gak akan ada habisnya. Perople Change.

 

Knowing Why

Nah supaya kita nggak terus-terusan ikut arus dalam tema insekuritas ini teman-teman, Saya dalam video ini pengen banget mengajak kita semua untuk melakukan dua hal.

 

1. Pertama adalah merefleksi ulang pada diri kita sendiri

sebetulnya selama ini insecure kita itu berasal dari diri kita sendiri atau ternyata ngikutin apa mau orang.

 

Kita ngikutin tanda sosial kita ngikutin ekspektasi orang terhadap kita kita terus berusaha untuk memenuhi pandangan sosial tentang satu nilai tertentu

 

2. Kedua ketika semua orang melihat insecure ini sebagai satu hal yang negatif Saya pengen ajak teman-teman untuk melihat instastory ini dari sudut pandang Positif.

 

insecure Itu bagus Apalagi kalau dilihat untuk perkembangan diri sendiri sama dengan banyaknya orang yang mengenal dirinya sendiri tahu kekurangannya apa, tahu di mana batas kalau melakukan segala sesuatu itu adalah mereka yang tahu kiranya dalam kurun waktu tertentu hal apa, skil apa, Kemampuan apa yang harus Kita tingkatin lagi yang harus kita pelajari lagi.

 

Contoh nggak bagus dalam hal menulis menulis Saya bisa dikatakan buruk, dan dalam kurun waktu 5 tahun akan target saya akan belajar. Bagaimana menulis menulis secara akademik menulis secara non fiksi maupun fiksi. Dan otomatis ini akan memacu diri saya sendiri untuk terus belajar terus ningkatin. Temen-temen bayangin kalau kita nggak tahu kekurangan kita apa dari mana kita tahu, Hal apa yang harus kita itu apa yang harus kita pelajar.

 

Makanya penting banget sebetulnya bagi kita untuk dikelilingi oleh orang yang mau ngasih tahu kekurangan kita, termasuk kelebihan kita, kalau orang tua tuh sering bilangnya mereka yang mengkritik kita, bisa jadi adalah orang-orang yang sebetulnya kemajuan kita di masa depan.

 

Tapi orang-orang yang selalu memuji kita terus tiap hari bisa jadi adalah orang yang akan membuat kita diam ditempat. Kenapa? karena kita nggak tahu seebetulnya Hal apa yang harus kita imprive?, Hal apa yang harus kita pelajari dan kita perbaiki?

 

How to deal with insecurity

1. Pertama adalah penerimaan, menerima apa adanya kita yang masih bisa kita ubah kita ubah, yang nggak bisa kita ubah yang itu adalah pemberian anugerah dari Tuhan ya kita syukuri.

Contohnya misalnya bertubuh pendek ya udah lahirnya begini, orang tua saya berasal dari yang gennya memang pendek tipikal warna kulit saya memang seperti ini.

Penerimaan terhadap diri sendiri adalah awal kita mulai mengenal siapa kita kelebihan kekurangan.

2. Kedua adalah teman-teman Ayo kita fokus pada kelebihan kita aja. setiap manusia pasti ada kelebihan, pasti ada kekurangan. nggak mungkin manusia itu kelebihan semua dia punya, kalau kelebihan semua Lah iya malaikat namanya benar Enggak?.

Setiap manusia ada lebih ada kurangnya, yang kurang kita terima Kita improve untuk hal-hal yang masih bisa Kita intro.

Kita Fokus pada kelebihan hal apa yang menjadi kekuatan kita. dan ini akan membuat kita menjadi lebih bersyukur dengan siapa kita sebenarnya, bersyukur dengan apa yang kita punya teman-teman. Mungkin selama ini kita dengan kondisi keluarga kita, misalnya secara finansial. Teman-teman. Ayo kita bersyukur ternyata masih ada kawan-kawan yang ketika lahir kedunia nggak nggak kenal dengan orang tuanya, bahkan orang tuanya sekarang ada di mana, masih hidup atau enggak

kita insecure dengan kondisi fisik kita misalnya, Saya pendek ada kawan-kawan dengan berat badannya, ada kawan-kawan karena tapi teman-teman Mari kita lihat ternyata ada kawan-kawan kita yang lahir atau mungkin beranjak dewasa dengan tidak ada kondisi fisik yang sempurna.

3. Ketiga adalah teman-teman Ayo kita bersyukur,  bersyukur dengan apa yang kita punya sekarang. jadi kalau kita selama ini insekyur dengan kondisi fisik kita, misalnya dengan tubuh kita yang pendek atau mungkin karena warna kulit kita, atauKarena berat badan kita, atau mungkin karena Yang lain-lain.

Ayo kita lihat ternyata ada kawan-kawan kita yang tumbuhnya tidak sempurna memiliki fisik yang bisa digunakan dengan baik.  ketika kita insecure atau merasa tidak pede dengan kondisi orang tua kita secara finansial, secara status ekonomi dan sosial misalnya, ternyata ada loh kawan-kawan kita yang ketika lahir kedunia nggak kenal dengan siapa orang tuanya?, Orang tuanya ada di mana?, masih hidup atau enggak?.

Dan cara untuk menerima fokus pada kelebihan dan bersyukur terhadap diri kita sendiri, ini bisa banyak banget kita lakuin dalam kehidupan sehari-hari. bahkan bisa mulai dari hal paling kecil dari kita bangun tidur, mulai dari pagi hari kita melakukan tidak setidaknya 30 menit Hal yang kita suka, mengurangi sosial media misalnya supaya nggak membandingkan diri dengan orang lain, kita keliling orang-orang sekitar kita dengan teman-teman yang suportif, suportif adalah yang ketika baik dipuji, ketika salah dikritik sehingga semuanya balance.

Jadi gini teman-teman, waktu dan fokus kita itu terlalu terbatas kalau hanya dipakai untuk mengutuk, menyalahkan blambing, playing, Victim yang semua itu hanya sekedar membuat insekuritas kita tinggi.

Lebih bagus kita habiskan masa muda kita untuk fokus pada kelebihan kita, bersyukur memaksimalkan potensi diri dan kita akan bisa melihat indahnya masa depan kita,Habiskan masa muda kita dengan terus bersyukur.

Sumber : Sherly Annavita Rahmi